Komplek Dosaraso di guncang Gempa
Komplek Dosaraso di guncang Gempa
Dinsos
PPKB – Tepat pukul Sembilan, suara sirine mobil ambulan di komplek Rumah
Singgah Dosaraso atau eks lokasi RSUD lama berbunyi keras. Penghuni, relawan
dan karyawan Dinsos PPKB yang kebetulan kerja bakti, lari berhamburan keluar
mencari ruang terbuka. Hal tersebut berlangsung dalam rangka meningkatkan
kewaspadaan terhadap bencana gempa bumi.
Dinsos
PPKB Kabupaten Kebumen mengadakan simulasi bencana gempa bumi di Rumah Singgah
Dosaraso, Jumat (26/4).
Seperti
diketahui, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) telah menetapkan
tanggal 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN), yang
bertujuan untuk membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan
berkesinambungan guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan
masyarakat menuju Indonesia Tangguh Bencana.
Simulasi
ini diikuti oleh 60 orang yang terdiri dari karyawan Dinsos PPKB, TKSK
Kabupaten Kebumen dan Tagana Kabupaten Kebumen. Selain itu, kegiatan ini juga
melibatkan warga binaan yang ada di Rumah Singgah Dosaraso.
Sekretaris
Dinsos PPKB, Kinanto, S.IP dalam arahannya mengatakan bahwa Indonesia merupakan
salah negara yang memiliki potensi gempa bumi yang cukup besar karena wilayah Indonesia dilewati oleh 3 lempeng
tektonik yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik. Khusus untuk
Kabupaten Kebumen sendiri karena letaknya berhadapan langsung dengan Samudera
Hindia membuat Kebumen juga rawan dengan bencana Tsunami.
Diharapkan dengan diadakannya simulasi gempa bumi
dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi bencana gempa bumi
yang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja tanpa dapat kita prediksi
sebelumnya.
Sementara Catur, personil dari Tagana
menyampaikan, ketika terjadi gempa agar tidak langsung lari berhamburan. Tetapi
untuk tenang dan mencari perlindungan di ruang setempat, utamanya melindungi
kepala. Setelah gempa reda, dengan hati-hati mencari tempat yang lebih aman
atau titik kumpul.
