Terapkan Aplikasi SIKS-NG, Dinsos PPKB Kabupaten Kebumen Gelar Bimtek untuk Para Operator Desa se-Kabupaten Kebumen
Terapkan Aplikasi SIKS-NG, Dinsos PPKB Kabupaten Kebumen Gelar Bimtek untuk Para Operator Desa se-Kabupaten Kebumen
Dinsos PPKB – Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) menerapkan aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). Hal ini dilakukan agar data kemiskinan bisa terverifikasi dengan baik. Sehingga secara otomatis, penanganan kemiskinan pun bisa dilakukan dengan baik.
Terkait aplikasi tersebut, para operator desa dibekali dalam Bimbingan
Teknis (Bimtek) agar para pendata ini bisa bekerja optimal sehingga data
kemiskinan bisa terverifikasi dengan baik. Bimtek berlangsung selama 6 hari
yakni mulai 11 s/d 19 Maret 2019 di Hotel Candisari, Karanganyar, dengan melibatkan 460 desa yang ada di 26
kecamatan se Kabupaten Kebumen.
“Untuk pemutakhiran Basis Data Terpadu (BDT) kemiskinan di
kabupaten Kebumen ini telah menggunakan aplikasi SIKS-NG,” ungkap Kepala Dinsos
PPKB Kabupaten Kebumen dr. Budi Satrio, M.Kes. dalam acara Bimtek.
Karena itu, lanjut dr. Budi Satrio, M.Kes., seluruh operator
desa ditingkatkan wawasannya agar mudah melakukan pendataan sistem IT.
“Aplikasi yang diluncurkan Kementrian Sosial RI akan diupayakan selalu update,
sehingga data bisa terlaporkan setiap dua kali setahun yaitu enam bulan
sekali.”
Aplikasi tersebut menurut dr. Budi Satrio, M.Kes, untuk
mensinergikan seluruh perangkat yang ada di kabupaten Kebumen mulai dari desa,
kecamatan, kelurahan, RT, RK, RW agar bisa melakukan pengawasan bagaimana
bentuk penanganan kemiskinan yang dilakukan Dinsos PPKB.
“Setiap data yang diinput akan dilaporkan atau diverifikasi
setiap dua kali setahun,” jelas Kepala Dinsos PPKB.
dr. Budi Satrio, M.Kes. menuturkan, penganggulangan kemiskinan
merupakan bagian dari visi misi, dan program Pemkab Kebumen melalui
perlindungan sosial yang diimplementasikan melalui Program Keluarga Harapan (PKH),
Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Bantuan Pangan
Non Tunai (BPNT). Namun itu tidak akan berhasil jika tidak terverifikasi dengan
baik. Sehingga melalui aplikasi SIKS-NG ini diharapkan kedepannya dapat
mengolah dan menghasilkan data yang akurat.
“Keberhasilan
penanggulangan kemiskinan sangat ditentukan dengan ketepatan sasaran, maka dari
itu kita harus mempunyai data kemiskinan yang valid, yang bisa dipercaya dan
dijadikan acuan program penanganan kemiskinan sehingga memudahkan
penanggulangan kemiskinan itu sendiri,” harapnya.
Sementara
itu Wahid Yasin perangkat Desa Tanjungsari Kecamatan Buluspesantren yang ikut
bagian menjadi peserta pelatihan mengatakan, kegiatan Bimtek SIKS-NG tersebut
menjadi angin segar bagi desanya yang memang sangat berharap data yang sudah
ada bisa diupdate secara bertahap sehingga data yang ada betul-betul data yang
valid.
