Rumah Harapan Siap Bersaing Jadi Pelayanan Publik Terinovatif
Rumah Harapan Siap Bersaing Jadi Pelayanan Publik Terinovatif
Program Rumah Harapan besutan Pemerintah Kabupaten Kebumen lolos menjadi satu dari 99 nominasi dalam lomba Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) tahun 2022. Rumah Harapan akan terus bersaing untuk menjadi pelayanan publik terinovatif.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyatakan, Rumah Harapan merupakan program layanan untuk masyarakat yang awalnya didasarkan pada persoalan kemiskinan.
Kemiskinan, kata Bupati Arif, menjadi persoalan serius yang tengah ditangani oleh pemerintah daerah. Lewat program Rumah Harapan, masyarakat bisa berkonsultasi dengan Dinas Sosial setempat apabila menghadapi masalah sosial.
“Saya yakin dengan Rumah Harapan ini persoalan kemiskinan bisa tertangani dengan baik. Paling tidak bisa terindentifikasi dulu persoalannya, untuk kemudian kita mencari solusinya dengan baik dan benar,” terang bupati, di Perpusda Kabupaten Kebumen, Senin (4/7/2022).
Menurut bupati, seiring berjalannya waktu serta menyesuaikan perubahan kebijakan dan nomenklatur di Kementrian Sosial Republik Indonesia, Rumah Harapan kini berkembang menjadi Pusat Kesejahteraan Sosial Sistem Layanan Rujukan Terpadu (Puskesos SLRT).
Puskesos, imbuhnya, melayani 10 jenis layanan, yakni Rekomendasi Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (KIS PBI) dan Baznas, Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako, Orang Terlantar, Pendampingan Anak Berhadapan dengan Hukum, dan Rekomendasi Adopsi Anak.
Selain itu, Surat Tanda Daftar Izin Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak/Panti Asuhan, Rujukan Penyandang Disabilitas ke Panti Rehabilitasi, dan Pelayanan Eks Psikotik Orang Dengan Gangguan Jiwa/ODGJ (2020).
Kepala Dinas Sosial setempat, Eko Widianto, mengungkapkan, Puskesos SLRT juga menerima beragam keluhan, mulai dari pendidikan, kesehatan, kependudukan, sosial, ekonomi. Keluhan-keluhan warga tersebut akan dirujuk ke berbagai pengelola program yang berwenang, sehingga dipastikan dapat tertangani dengan baik, sekaligus terpantau proses penanganannya.
“Melalui Puskesos SLRT, masyarakat bisa mendapatkan penanganan serta rujukan program atau jenis bantuan sosial yang bisa memecahkan persoalannya,” ucapnya.
Eko menjelaskan, peranan Puskesos SLRT semakin menonjol, saat pandemi Covid-19, yakni dengan menyelenggarakan pendataan, penyaluran, dan memperluas informasi tentang bantuan sosial kepada masyarakat.
Eko merinci, sepanjang Januari-Februari 2022 layanan Puskesos diberikan kepada 1.951 orang, antara lain pengurusan KIS PBI oleh 1.807 orang, pengajuan SKTM oleh 34 orang. Layanan Puskesos juga diberikan dalam bentuk pemberian alat bantu bagi 590 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Keluarga (PMKS) yang membutuhkan alat bantu, dan bantuan keuangan bagi 3 orang buruh migran.
Sumber: https://jatengprov.go.id/
