Purna PMI Kebumen Didorong Jaga Kesehatan Mental
Purna PMI Kebumen Didorong Jaga Kesehatan Mental
Kebumen – Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui kegiatan Sosialisasi Kesehatan Mental bagi Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen mendorong para pekerja migran yang telah kembali ke daerah asal untuk lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental serta mampu beradaptasi kembali dengan lingkungan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 22 Juni 2026, bertempat di Hotel Mexolie Kebumen. Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Bapak Syaipul Anas dari Migrant Care Kebumen dan Ibu Yulaidah, Psikolog dari Klinik Psikomedika. Keduanya memberikan pemahaman mengenai berbagai tantangan yang dapat dihadapi purna PMI setelah kembali dari bekerja di luar negeri, termasuk aspek psikologis, sosial, dan proses penyesuaian diri.
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mengenali kondisi kesehatan mental, mengelola tekanan maupun pengalaman selama bekerja di luar negeri, serta membangun kembali hubungan yang positif dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Materi yang disampaikan juga menekankan bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari kualitas hidup dan keberhasilan seseorang dalam menjalani kehidupan setelah masa kerja migrasi.
Bapak Syaipul Anas berbagi pengalaman terkait pendampingan terhadap pekerja migran, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul setelah kepulangan ke daerah asal. Sementara itu, Ibu Yulaidah memberikan pemahaman dari sisi psikologis mengenai cara mengenali emosi, mengelola stres, serta membangun strategi adaptasi sosial yang sehat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap para purna PMI tidak hanya memiliki kesiapan secara ekonomi, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan sosial untuk melanjutkan kehidupan di tengah keluarga dan masyarakat. Pemahaman mengenai kesehatan mental diharapkan dapat membantu purna PMI menghadapi perubahan situasi, meningkatkan rasa percaya diri, serta mencegah munculnya permasalahan psikologis yang dapat menghambat proses reintegrasi sosial.
Sosialisasi ini menjadi salah satu upaya memberikan ruang edukasi dan dukungan bagi purna PMI agar mampu memanfaatkan pengalaman selama bekerja di luar negeri sebagai bekal positif untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bentuk perhatian dan pelayanan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan pekerja migran beserta keluarganya.
Ke depan, diharapkan sinergi antara pemerintah, lembaga pendamping, tenaga profesional, serta masyarakat dapat terus diperkuat sehingga para purna PMI Kabupaten Kebumen mampu kembali berdaya, sehat secara mental, dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.
