Tingkatkan Mitigasi Bencana, Kebumen Dibangun Menjadi Kawasan Siaga Bencana
Tingkatkan Mitigasi Bencana, Kebumen Dibangun Menjadi Kawasan Siaga Bencana
Kebumen. Bupati Kebumen
menyatakan bahwa sebagai salah satu
kawasan yang berpotensi akan mengalami megatrush, tsunami dan gempa. Ada 8
kecamatan di Kebumen memiliki potensi kerawanan yang tinggi. Sehingga sangat penting mengedukasi dan mengkampanyekan
kepada masyarakat, tentang penanggulangan bencana dengan paradigma mitigasi dan
pencegahan. Pernyataan Bupati tersebut dibacakan Kepala Pelaksana BPBD
Kebumen Eko Widianto, pada Apel kesiapsiagaan dan Pelantikan Kader Kawasan Siaga
Bencana, di Desa Adiwarno Kecamatan Buayan Rabu (20/11.)
Apel dan pelantikan Kader KSB Kecamatan Buayan tersebut
merupakan puncak acara dari rangkaian acara yang sudah dimulai sejak jumat
(15/11). Pada tanggal 15 Nopember 2019
Kementrian Sosial memulai kegiatan Pembentukan Kawasan Siaga Bencana di 3
kabupaten Pengandaran, Cilacap dan Kebumen, dengan rapat koordinasi di Hotel
Dafam Cilacap. DIlanjutkan dengan pelatiahan Kader KSB di masing-masing
kabupaten.
Rangkaian kegiatan ini dalam
upaya memaksimalkan mitigasi bencana, sosialisasi kesiapsiagaan masyarakat di
daerah rawan bencana. Harapan dari
kegiatan ini partisipasi masyarakat (Kec Buayan) dalam penanggulangan resiko
bencana meningkat. Penanggulangan resiko bencana dengan pendekatan berbasis
masyarakat (Community Based Disaster
Management) ini mengusung semangat
gotong royong, kesetiakawanan dan keariafan local dan merupakan kekuatan
program KSB.
Sunarti, Kepala Sub Direktorat
Pemulihan dan Penguatan Sosial, Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana
Alam, Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kementerian Sosial
RI menyampaikan bahwa pengelolaan manajemen kebencanaan secara terpadu,
menyeluruh, terencana dan terorganisir, melalui KSB, diharapkan Kabupaten
Kebumen makin kokoh dalam menyiapkan diri dalam menghadapi kebencanaan.
Dalam kesempatan terpisah Sakiyah
(62) warga Kecamatan Buayan merasa bersyukur bahwa daerahnya menjadi salah satu
lokasi terpilih menjadi KSB. "Usia sudah 62 tahun, anak 3. Tidak terbayang
jika salah satu keluarga saya menjadi korban bencana. Semoga ndak terjadi
apa-apa di daerah kami. Tapi paling tidak dengan adanya latihan seperti ini,
saya jadi tahu harus kemana dan berbuat apa dalam menyelamatkan keluarga jika
terjadi bencana," ucapnya. Hal
senada juga disampaikan oleh Ibu Selia yang sedang hamil 8 bulan, saat
menyaksikan simulasi penanggulangan bencana tsunami dan gempa pada Apel
Pengukuhan Kawasan Siaga Bencana Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen di
lapangan Desa Adiwarno.
