Kabupaten Propinsi dan Kemetrian sepakat Bentuk Kawasan Siaga Bencana di 3 kabupaten Jawa Tengah Selatan
Kabupaten Propinsi dan Kemetrian sepakat Bentuk Kawasan Siaga Bencana di 3 kabupaten Jawa Tengah Selatan
Kebumen. Tiga Kabupaten di Jawa tengah Selatan Kebumen,
CIlacap dan Pengandaran melaksanakan rakor untuk membentuk Kawasan Siaga
Bencana, di Hotel Dafam Cilacap Jumat (15/11).
Kegiatan ini di insiasi dan difasilitasi oleh Kementrian Sosial RI,
khususnya DIrektorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, yang dipimpin
oleh Rachmat Koesnadi.
Kegiatan ini dihadiri DIrjen Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan
Sosial Kemensos Harry Hikmat, DIrektur Perlindungan Sosial
Korban Bencana Alam Rachmat Koesnadi,
Kasubdit di direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Gubernur yang
diwakili oleh Plt Kepala DInas Sosial Propinsi Jateng, Bupati Cialacap yang
diwakili Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia
Rachman, Bbupati Pangandaran dan Bupati Kebumen diwakili masing-masing oleh
Kepala DInas Sosial Kabupaten.
Seperti diketahui bersama bahwa daerah di pesisir selatan
pulau jawa rawan dengan bencana yang massive khususnya tsunami.
Kawasan Siaga Bencana diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di
pesisir selatan pulau Jawa. Beberapa
tahun sebelumnya Kemensos sudah membantuk
program Kampung Siaga Bencana, tetapi dengan adanya ancaman gempa yang besar
(Mega trust) dengan perkiraan gelombang
sampai dengan 20 meter, maka kampung siaga harus dibesarkan menjadi Kawasan.
DIrektur Penanggulangan Bencana Alam
Rachmat dalam statemennya menyatakan: Program ini yang pertama kali
dilaksanakan. Sebelumnya berupa Kampung
SIaga Bencana yang cakupannya lebih kecil.
Karena banyak daerah yg memiliki potensi, dan ancaman bencana masiv dan
luas, sehingga ada kesepakatan antara Kemensos dan BNPB untuk mengembangkan,
kesiapsiagaan dan mitigasi masyarkat yang lebih luas, dan dengan mengingat ancaman
yang lebih besar dan luas, misalnya dengan adanya resiko Megatrust, Tsunami dan gempa serta bencana lain. Juga bagaiamana dengan mengintegrasikan Kawasan
SIaga Bencana, Kampung Siaga Bencana, Tagana Masuk Sekolah, Tagana Menjaga Alam
dan Desa Tangguh Bencana, Keluarga Tangguh Bencana juga bisa dielaborasi , disatukan dan
dipadukan dalam program Kawasan SIaga Bencana.
Dalam kesempatan yang sama, Syamsul Aulia
Rachman Wakil Bupati Cilacap menyatakan bahwa denganadanya program Kawasan
Siaga Bencana paling tidaka akan menimalisir korban jiwa meminimalisir dampak
apabila terjadi bencana. Sehingga
masyarakat, juga Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan lainnya sudah siap
apabila terjadi bencana. Sekali lagi ini
program yang sangat bermanfaat, dan kami sangat mendukung apabila dari
Pemerintah Pusat akan mendirikan Program Kawasan SIaga Bencana.
Yusadar Armunnanto Plt Kepala DInas
SOsial Propinsi Jawa Tengah menyatakan: Ini
sangat bagus sekali, Kemensos mendirikan program ini, lintas propinsi, lintas
kabupaten. Ini adalah tugas Kemensos,
yang tugasnya memang seperti itu, Kalo level kabupaten cukup Bupati, kalo level
antar Kabupaten Gubernur dan kalo antar kabupaten Menteri Sosial. Sehingga program ini sangat membantu, karena
didaerah selatan ini memang rawan bencana khususnya Tsunami, sehingga dengan adanya kordinasi ini, nantinya
ada satu pemahaman yang sama bagaiaman mengatasi tsunami contohnya dengan disediakan peralatan-peralatan
untuk deteksi dini sehingga kalo terjadi bencana harus bagaimana dan edukasi
masyarakat.
Kepala DInas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana Budi Satrio yang sekaligus mewakili Bupati Kebumen menyatakan sangat
mendukung. Karena berdasarkan pengalaman
tsunami di pengandaran kebumen harus menampung pengungsi dari CIlacap yang sangat banyak. Hal ini terjadi karena secara alamiah karena
Cilacap tidak memiliki bukit seperti di kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Yang kedua karena ketika bencana, maka batas
administratif tidak menjadi penting, Keselatan menjadi pertimbangan utama. Sementara masing-masing kabupaten memiliki
APBD yang terbatas, dan akan diprioritaskan pada warga Kebumen.
